Dalam keseharian saya, selain menjalani pekerjaan utama di sekolah, saya juga mengurus PPOB Masjid Al Hidayah Cibojong. Aktivitasnya cukup beragam, tapi salah satu yang paling rutin dan penting tentu saja urusan pencatatan keuangan dari setiap transaksi. Sudah hampir 15 tahun saya terlibat langsung dalam pengelolaan PPOB di masjid ini, jadi cukup paham bagaimana dinamika dan kebutuhannya dari waktu ke waktu.
Awalnya, semua pencatatan saya lakukan secara manual. Kadang ditulis tangan, kadang dibantu Microsoft Excel. Untuk ukuran awal sih masih aman, tapi lama-kelamaan terasa ribet juga. Transaksi makin banyak, rekap makin panjang, dan kalau sudah waktunya bikin laporan, butuh waktu ekstra.
Dari situ mulai kepikiran, “Kenapa nggak bikin aplikasi sendiri saja?” Akhirnya saya mencoba membuat aplikasi akuntansi sederhana khusus untuk PPOB yang saya kelola. Targetnya simpel: cukup input transaksi, lalu aplikasi yang mengurus sisanya. Mulai dari buku besar, laporan laba rugi, sampai neraca bisa terbentuk otomatis.
Seperti biasa, dalam proses ngoding saya tidak sendirian. Saya banyak dibantu oleh AI. Peran saya lebih ke bagian konsep: mikirin alurnya, logikanya, dan aturannya. Ingin begini, ingin begitu, harusnya alurnya seperti ini, datanya diproses seperti itu. Soal menulis kode, biar AI yang bantu menerjemahkan ide-ide tadi jadi baris program.
Bagi saya, proses ini bukan sekadar soal membuat aplikasi, tapi juga bentuk pembelajaran dan refleksi. Dari kebutuhan sederhana di lingkungan masjid, ternyata bisa lahir solusi yang lebih rapi, cepat, dan efisien. Teknologi termasuk AI kalau digunakan dengan tepat, bisa sangat membantu pekerjaan sehari-hari. Dan yang paling penting, apa yang dibuat benar-benar dipakai dan bermanfaat, bukan sekadar proyek iseng semata.